Pondok Yajri Liburkan Pengajian Selapanan dan Penjengukan Santri

Payaman – Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2 Payaman mengeluarkan surat pemberitahuan khusus terkait kegiatan rutinan selapanan Bukhoren dan agenda penjengukan santri, menyusul diperpanjangnya masa darurat virus corona. Salah satu point surat tersebut adalah rutinan selapanan Bukhoren dan agenda penjengukan santri yang sedianya dilaksanakan tanggal 29 Maret 2020 DITIADAKAN.

“Sesuai surat pemberitahuan yang telah diterbitkan tanggal 25 Maret 2020, untuk rutinan selapanan Ahad Wage (Bukhoren –red) dan agenda penjengukan santri tanggal 29 Maret 2020 diliburkan dulu demi kemaslahatan bersama mengingat hingga saat ini pandemi virus corona belum juga mereda, kata Ustadz Ma’ruf Syaifudin, Humas Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2.

Pihaknya menyadari betul pasti banyak jamaah dan wali santri yang kecewa terhadap pembatalan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Ahad Wage tersebut, karenanya dari pihak pesantren memohon maaf dan pemakluman yang setulus – tulusnya. Untuk diketahui bersama, kebijakan tersebut atas rekomendasi dawuh pengasuh pesantren, KH. Minanurrohman Anshori, dan tentunya atas banyak pertimbangan yang matang.

Sebagaimana instansi pendidikan lain, pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2, MTs Yajri dan MA Yajri, juga meliburkan kegiatan belajar mengajar dan diganti dengan berbagai kegiatan lain yang diinilai relevan dilakukan pada masa darurat virus corona. Namun demikian kegiatan pesantren seperti ngaji dan keegiatan harian santri lainnya tetap berjalan.

Berbagai tindakan pencegahan dan penanganan virus corona pun telah dan terus dilakukan mulai dari pembentukan tim satgas siaga covid -19 Yajri, membuat SOP bagi seluruh civitas akademika, hingga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kecamatan Secang. Hingga saat ini, santri Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2 dalam keadaan terkarantina dengan baik dan tidak menunjukan adanya penyebaran virus corona covid -19.

“Alhamdulillah seluruh santri dalam keadaan baik, para wali santri tidak perlu cemas berlebihan, khawatir sewajarnya saja dan didoakan dari rumah. Tidak ada indikasi penyebaran virus corona di Yajri, tapi kita tetap akan bersiaga dan menjalankan SOP yang telah dibuat sampai kondisi wabah corona ini membaik atau dinyatakan aman oleh pemerintah,” imbuh Ustadz Ma’ruf yang juga anggota satgas siaga covid -19 Yajri.

Tidak hanya pembatalan kegiatan Bukhoren dan Penjengukan Santri, dalam surat bernomor 13/PPSM/03/2020 tersebut juga disampaikan beberapa kebijakan lain seperti pelarangan santri untuk keluar dan pulang. (AD)

Klik di sini untuk mengunduh surat pemberitahuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *