Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab (Syahrul ummat)

Umat nabi Muhammad saw. Itu mempunyai banyak keistimewaan dan rahmat, sampai-sampai nabi Musa dulu pernah meminta kepada Allah swt. Untuk bisa menjadi umat nabi Muhammad saw., dan salah satu keistimewaannya adalah bulan rajab. Bulan rajab disebutkan sebagai syahrullah, wa sya’ban syahru sholati ‘alannabi, wa ramadhan syahrul ummat. Kenapa bulan rajab disebut sebagai syahrullah? Dalam sebuah tafsir hadits dijelaskan bahwa dari 12 bulan yabg ada, Allah swt. Memilih bulan rajab sebagai bulan yang dikhususkan untuk Allah swt.
Bulan rajab disebut juga sebagai syahrul istighfar, karena pada bulan ini Allah menurunkan rahmat dan ampunanNya melebihi di bulan lainnya yakni seperti derasnya air hujan, dan dari rahmat Allah swt. Yang paling kita nantikan adalah ampunannya. Para ulama tasawuf, ahlil mukasyafah wa ahlil ma’rifatu billah menyebutkan bahwa di bulan rajab ini kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca istighfar. Dalam kitab kanzunnajah wa surur dan manba’ul hikmah, ulama menyebutkan bahwa kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca ” Rabbighfirli warhamni rabbighfirli warham watajawwaz ‘amma ta’lam “, bahkan beliau sayyid Hasan bin Abdullah bin Alal bin Muhammad al-Hadad sampai menuliskan istighfar rajab. Dan para ulama mengatakan “kalau bisa dibaca setiap malam, kalau tidak bisa ya dalam bulan rajab kita membacanya”.
Habib Masyhur bin Hafidz mengatakan bahwa dibulan rajab ini kita seperti menanam, dibulan sya’ban kita menyiram, dan dibulan ramadhan kita memanen. Untuk mempersiapkan datangnya bulan ramadhan, dimulai dari bulan rajab ini dengan kita membiasakan diri untuk sholat berjamaah, berpuasa, membaca al-qur’an, qiyamullail dan lainnya. Dan pada bulan sya’ban adalan bulan untuk kita mengistiqomahkan amalan-amalan tersebut supaya pada saat memasuki bulan ramadhan kita sudah dalam keadaan siap dan puasa kita bukan lagi karena puasa wajib tetapi sudah karena lillahi ta’ala karena kita sudah terbiasa melakukannya dari bulan rajab
Salah satu keistimewaan umat islam lagi yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari yaitu ” selama kita menunggu imam sholat, para malaikat mendoakan kita dan ketika sholatnya imam sudah selesai tetapi kita masih berada pada posisi yang sama dengan membaca dzikir, selama itu juga para malaikat masih mendo’akan kita “.
Dengan keistimewaan yang tadi telah disebutkan, jika kita tidak mempergunakannya dengan baik maka kita pun tidak akan mendapatkan apa-apa, tidak mendapatkan faedah. Seperti yang dikatakan habib Masyhur bin Hafidz ” Albarokatu bil Harakat ” bahwa yang namanya barokah itu bisa kita dapatkan dengan bergerak.

Disadur dari pengajian Ustadz Muflikhun, B.Sc

Fatma-Komunitas Santri Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *