Cegah Virus Corona, Pondok Yajri Bentuk Satgas Siaga Covid-19

Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2, MTs – MA Yajri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pondok Yajri Payaman resmi membentuk satuan tugas (satgas) Siaga Corona Virus Disease (Covid-19) Yajri memalui surat keputusan No: 11a/SKB.YAJRI/III/2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Virus Corona (Covid19) di lingkungan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2, MTs – MA Yajri.

Hal ini sebagai bukti nyata Pondok Yajri untuk membantu pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang sudah memasuki kategori Pandemi Global dan sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Tengah nomor : 440/0005942 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi corona di Jawa Tengah.

 Tim Satgas Siaga Corona (Covid-19) Yajri terdiri dari tenaga medis internal pesantren atau Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren), Saka Bhakti Husada, dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang yang dalam hal ini di bawah koordinasi langsung Puskesmas Kecamatan Secang.

Ketua Satgas Siaga Corona (Covid-19) Yajri, Anis Karomah,S.KM mengungkapkan upaya pencegahan penyebaran virus corona ini sangat perlu dilakukan secara bersama – sama dan didukung oleh semua pihak, mulai dari santri, guru, asatidz, dan terutama wali santri.

“Salah satu tugas tim Satgas Siaga Corona (Covid-19) Yajri adalah memberikan edukasi secara intensif tentang covid -19 kepada seluruh keluarga besar Pondok Yajri, selain itu kami juga berkewajiban untuk mengawal SOP yang sudah dibuat, oleh karena itu kami mohon kerjasama semua pihak agar mematuhi Peraturan ini agar kita semua dapat terhindar dari covid-19,” katanya saat ditemui di Stand Screening Kesehatan yang terletak di dekat gerbang masuk pesantren.

Satgas Siaga Corona (Covid-19) Yajri sedang berkoordinasi dengan Petugas Kesehatan di Puskesmas Secang

SOP

Dalam rangka menyukseskan tindakan pencegahan virus corona, Pondok Yajri juga telah memutuskan masa isolasi terhitung mulai dari tanggal 17 Maret 2020 sampai dengan 29 maret 2020 atau sampai keputusan selanjutnya. Sehubungan dengan hal tersebut telah dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi santri, guru, asatidz, dan juga wali santri atau masyarakat umum yang hendak bertamu. Di antara beberapa point SOP yang berlaku adalah sebagai berikut :

Pemberian Hand Sanitizer terhadap guru piket oleh santri yang bertugas di stand screening

A.            Guru, Asatidz, Karyawan dan Tamu umum

1.            Guru, Asatidz, Karyawan, dan Tamu yang dating ke pesantren dan madrasah wajib melapor ke Petugas Jaga.

2.            Guru, Asatidz, Karyawan, dan Tamu  yang sudah melapor ke Petugas Jaga selanjutnya dilakukan pengecekkan suhu tubuh menggunakan Thermometer Gun terlebih dahulu oleh petugas kesehatan pesantren.

a.            Jika suhu badan kurang dari 37.5 derajat Celcius dan tidak ditemukan gejala –gejala seperti batuk, flu dan sesak nafas, maka diperbolehkan memasuki lingkungan Pesantren.

b.            Jika suhu lebih dari 37,5 derajat Celcius batuk dan gejala-gejala seperti flu, batuk dan sesak nafas maka akan segera dikoordinasikan dengan Puskesmas Secang dan tidak diperbolehkan memasuki lingkungan Pesantren.

c.             Jika Flu /Influenza dan batuk dengan suhu di bawah 37,5 derajat Celsius maka tidak diperbolehkan memasuki lingkungan Pesantren.

3.            Guru, Asatidz, dan Karyawan yang akan melakukan kegiatan interaksi dengan siswa/santri diarahkan untuk :

a.            Mengganti pakaian yang dipakai pada saat perjalanan dengan pakaian yang baru

b.            Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah interaksi

4.            Guru, Asatidz, Karyawan dan Tamu  harus cuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer di tempat yang telah disediakan.

5.            Guru, Asatidz, Karyawan dan Tamu  harus mengganti pakaian yang dipakai dalam perjalanan pulang dan membersihkan seluruh badan sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga.

B.            Siswa/Santri

1.            Siswa/Santri harus cuci tangan dan kaki pakai sabun sebelum masuk ke dalam kamar/asrama

2.            Hindari melakukan kontak fisik (salaman, berpelukan, cipika cipiki) selama 2 minggu masa isolasi.

3. Lakukan social distancing dengan menjaga jarak antar siswa/santri minimal 1 meter.

4.            Hindari menyentuh area wajah (mata, hidung, dan mulut) dalam kondisi tangan yang tidak steril.

5.            Segera minta vitamin  dan obat ke bagian kesehatan pesantren pada saat merasakan badan tidak fit atau kurang sehat.

6.            Lakukan aktifitas fisik dan terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, makan sayur, buah, tidak merokok) dalam kehidupan sehari-hari.

7.            Siswa/Santri wajib mengikuti screening kesehatan setiap hari pada pukul 16.00 oleh petugas kesehatan pesantren.

8.            Jika Siswa/santri ditemukan mengalami demam dengan suhu di atas 37.5 derajat Celsius disertai batuk, flu dan sesak nafas dan keadaannya semakin memburuk, maka segera dirujuk ke klinik kesehatan atau rumah sakit rujukan oleh tim sat-gas covid-19.

Selain itu, wali santri juga TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk menjenguk putra/putrinya di pesantren selama dalam masa isolasi diri atau lockdown.

Petugas sedang memeriksa kesehatan santri putri

Lockdown

Meskipun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal di MTs – MA Yajri diliburkan, sesuai dengan intruksi dari Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Magelang, seluruh siswa, yang juga santri Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin 2 tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing – masing. Pondok Yajri justru melakukan tindakan isolasi diri alias lockdown dengan dengan cara meminimalisir akses keluar masuk orang dari dan ke kompleks Pondok Yajri.

Dalam masa isolasi tersebut seluruh santri tidak diperbolehkan keluar dari kompleks Pondok Yajri apalagi pulang ke rumah. Begitu juga dengan orang tua atau wali santri, mereka DILARANG KERAS untuk menjenguk putra putri mereka selama masa isolasi berlangsung.

Sosialisasi dan edukasi tentang upaya pencegahan dan penanganan virus corona (covid -19) di lingkungan pesantren

Kegiatan Santri

Dalam masa isolasi, selain mengaji pengajar dari kalangan mutakhorijin (santri senior yang sudah lulus Aliyah) yang mukim di pesantren, santri juga diberi kegiatan fisik seperti senam bersama setiap hari pada pukul 07.00 sampai dengan 08.00 WIB. Hal itu untuk menjaga kesehatan dan juga meningkatkan daya tahan tubuh. Lalu pada sore hari, secara terjadwal dan massif dilakukan screening atau cek kesehatan kepada seluruh santri. Jika ditemukan ada yang sakit akan langsung ditindaklanjuti oleh tenaga medis yang bertugas dan jika diperlukan akan berkoordinasi langsung dengan Puskesmas Kecamatan Secang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Stand Screening

Tim satgas corona (covid-19) Yajri juga selalu bersiaga dengan membuka Stand Screening di tempat – tempat strategis seperti di sebelah gerbang masuk Pondok Yajri. Selain itu, petugas juga telah menyediakan hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan juga masker bagi yang sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *